Our food in Italia

Throwing back ke 3 tahun yang lalu, di bulan November mulailah kepanikan datang karena di bulan berikutnya saya memutuskan pindah ke Italia.
Banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang ujung-ujungnya ditepis dalam nama NEKAT 😀
Living everything behind wasn’t easy at all. The thought of living my parents, brothers,  friends, my dog and my food!

Yeap, food!! Gimana caranya survive di Italia yang makanannya jauh berbeda sementara ini mulut addicted to Asian foodie.

Well, satu satunya yang bisa dibilang ribet adalah memasak, saya yang tidak pernah masuk dapur ini mulai kerepotan, browsing resep sana sini. Anyway, it has been awesome, at least now i know how to cook even bake my own cake!Yay!

Buat temen-temen yang mau pindah ke Italia, jangan kawatir karena ini negara paling pas buat lidah kita. Bahan-bahan masakan cukup gampang dicari, disetiap kota ada toko-toko asia yang provides our needs. Segala macam rempah, bumbu dapur, kunyit dkk, pete, semua bisa dibeli even Indomie 😉
Kalaupun tidak ada, masih bisa keluarkan senjata lain..nitip teman yang mau mudik atau purchasing online dari toko indonesia di Jerman atau Belanda yang notabene lebih lengkap.

Di supermarket ada dijual daging – daging se jeroannya dari hati sapi, ayam, lidah sampai babat juga ada berserakan di counter daging. So don’t you worry! Masih bisa bikin babat gongso, sambal goreng hati dan teman-temannya.

Oya, di Italia cuma ada 1 restaurant Indonesia, terletak di kota Genova. Dan biasanya mereka buka booth di satu Festival Asia yang selalu keliling Italia, Festival dell’Oriente namanya, bisa dicek jadwalnya mampir dikota temen-temen.

Anyway,  mari kita survive bebarengan! 🙂 mulai catat resep-resep warisan keluarga 😉

Advertisements